Laman

Jumat, 09 April 2010

lihat dari belakang



Kamu taruh disini…. Jangan menempel di kening.



Biarkan…

Dia…

Menggantung…

Mengambang…

Lima centimeter…

Di depan kening kamu…..”

Jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu. Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari, kamu lihat setiap hari, dan percaya bahwa kamu bisa. Apa pun hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri, kalo kamu percaya sama keinginan itu dan kamu nggak bisa menyerah. Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh, bahwa kamu akan mengejarnya sampai kamu dapat, apa pun itu, segala keinginan, mimpi, cita-cita, keyakinan diri….”

“…Biarkan keyakinan kamu, lima centi meter menggantung-mengambang di depan kening kamu. Dan… sehabis itu yang kamu perlu… Cuma…”

Cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas.”

Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja….”

Dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya….”

Serta mulut yang akan selalu berdoa….”

Dan kamu akan selalu di kenang sebagai seorang yang masih punya mimpi dan keyakinan, bukan hanya seonggok daging yang punya nama. Kamu akan di kenang sebagai seorang yang percaya pada kekuatan mimpi dan mengejarnya, bukan seorang pemimpi saja, bukan orang biasa-biasa saja tanpa tujuan, mengikuti arus dan kalah oleh keadaan. Tapi orang yang selalu percaya keajaiban mimpi, keajaiban cita-cita, dan keajaiban keyakinan manusia yang tak terkalkulasikan dengan angka berapapun…. Dan kamu nggak perlu bukti apakah mmpi-mimpi itu akan terwujud nantinya karena kamu hanya harus mempercayainya.”

Percaya pada …. Lima centimeter di depan kening kamu.”


)* kutipan buku favoritku


Tidak ada komentar:

Posting Komentar